SENIN, 30 MARET 2009 | 13:52 WIB
BEIJING, KOMPAS.com — China ajak Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan keamanan kawasan ASEAN. Ajakan China disampaikan dengan mempertimbangkan krisis keuangan global yang menyebabkan terjadinya perubahan signifikan di bidang keamanan dan pertahanan.
"Sejak terjadi krisis keuangan global, sejumlah negara di dunia, termasuk Asia Timur, mengalami sejumlah dampak dan sebagai akibatnya situasi keamanan di Asia Timur dan ASEAN alami perubahan," kata Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Militer (AMS) China Letjen Liu Chengjun, saat berbicara dalam Dialog Perwira Tinggi Pertahanan China-ASEAN, di Beijing, Senin (30/3).
Hadir dalam dialog tersebut antara lain Direktur Analisis Lingkungan Strategis (Diranlingstra) Dephan Brigjen TNI Subekti, Atase Pertahanan RI di Beijing Kolonel Infantri Yayat Sudrajat serta sejumlah perwira tinggi militer China dan ASEAN.
Menurut Liu Chengjun, menurunnya perekonomian secara drastis menyebabkan terjadinya konflik sosial, yang juga berdampak menimbulkan tekanan pada stabilitas regional. Selain itu, tambahnya, sejumlah kegiatan terorisme dan separatisme, juga kriminal lintas perbatasan, seperti pembajakan, lalu lintas penyelundupan serta obat-obatan, diperkirakan akan mengalami peningkatan.
Dampak lainnya dari adanya krisis keuangan di bidang pertahanan dan keamanan, tambahnya, adalah kemungkinan adanya konflik di wilayah maritim serta sejumlah bentuk-bentuk tuntutan lainnya. "Untuk menghadapi itu, China dan Indonesia termasuk ASEAN, sebagai negara yang berdekatan baik di daratan maupun laut, secara mutlak bisa melakukan sistem keamanan bersama," katanya.
China secara periodik memiliki suatu mekanisme konsultasi pertahanan dengan Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura setiap tahunnya. China juga telah memiliki kesepakatan kerja sama pertahanan dengan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura, serta kerja sama strategi bersama dengan Thailand.
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/03/30/1352277/china.ajak.indonesia.
(Sylvie Tanaga)