
Kata Mutiara
Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk.P.T. Barnum, Anggota Pendiri Sirkus Barnum & Bailey

Agenda
Profil Pilihan
Sabtu, 04 April 2009 10:57
Dr.A.B. Susanto sebagai Ambassador The Leprosy Mission International untuk Indonesia
Diantara penyakit menular lainnya kusta termasuk sulit menular. Lebih 90% dari total penduduk dunia secara alamiah kebal terhadap penyakit ini. Diperkirakan penularan yang terjadi ada hubungannya dengan kondisi kekurangan gizi dan kemiskinan. Setelah penderita kusta mengkonsumsi obat dari tenaga medis, maka dalam waktu 2 x 24 jam penderita sudah tidak menularkan penyakitnya lagi. Namun sayangnya saat ini masyarakat tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap penyakit kusta, sehingga mengakibatkan pendiskriminasian penderita di dalam masyarakat.
Karenanya, The Leprosy Mission International (TLMI) sebuah organisasi nirlaba yang aktif di lebih dari 50 negara dengan tujuan untuk membantu pencegahan serta penanggulangan penyakit kusta menunjuk Dr.A.B. Susanto sebagai duta besarnya di Indonesia selama dua tahun, mulai dari 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Desember 2010. Penunjukkan ini selain merupakan bentuk penghargaan atas perhatian dan kontribusi beliau bagi usaha pencegahan dan penanggulangan penyakit kusta di Indonesia, juga merupakan bentuk perhatian TLMI bagi penderita kusta di Indonesia.
Sosok Dr.A.B. Susanto sendiri memang sudah tidak asing lagi di dunia bisnis dan manajemen di Indonesia, beliau dikenal sebagai ahli manajemen yang sukses melalui The Jakarta Consulting Group (JCG) yang didirikannya pada tahun 1983.
Selain sebagai Managing Partner di JCG, Dr. A.B. Susanto juga aktif dalam berbagai kegiatan, diantaranya anggota Unicef Indonesia sebagai National Corporate Advisory Council, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Mahatma Gandhi, Anggota Dewan Pakar Asosiasi Manajer Indonesia, Ketua Kehormatan Paguyuban Sosial Marga Tionghua Indonesia.
Sebagai Duta dari TLMI yang mempunyai visi untuk menciptakan dunia yang bebas dari penyakit kusta, Dr.A.B. Susanto bersama dengan instansi dan lembaga terkait berusaha meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kusta yang belum punah ini. Saat dijumpai, beliau juga memaparkan gagasannya selaku duta TLMI, yaitu agar dapat menghilangkan tindakan diskriminasi dan stigma negatif dalam masyarakat terhadap mantan penderita kusta, menyelenggarakan berbagai kegiatan filantropi dan Corporate Social Responsibility kepada masyarakat serta berupaya menggalang kekuatan untuk mengusahakan dana agar dapat memberantas Kusta di Indonesia dan di Dunia.
Banyak juga hal lainnya yang dapat dilakukan, misalnya melakukan pendekatan holistic (seperti pencegahan kecacatan, mengintegrasikan kembali penderita kusta ke masyarakat dengan melaksanakan advokasi, rehabilitasi sosial dan ekonomi, riset-riset yang mencari terobosan-terobosan dalam menanggulangi berbagai masalah kusta yang selalu diasosiasikan sebagai masyarakat miskin dan cacat tubuh, serta hal-hal lainnya) Hal ini juga berkaitan dengan Visi dunia dalam 8 Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goal-MDG) yang berkaitan dengan : Memberantas kemiskinan dan kelaparan serta Memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lain termasuk dalam hal ini neglected tropical diseases seperti kusta untuk mencapai A World Without Leprosy.
Berbagai kegiatan seputar lepra yang telah diadakan dan diikuti oleh Dr. A.B. Susanto diantaranya adalah peringatan Hari Lepra Sedunia yang di adakan di Bundaran H.I tanggal 25 Januari 2009, Kegiatan sosialisasi Lepra di Pondok Indah Mall 2 dan Senayan City Mall tanggal 25 Januari 2009, Bedah Buku “Lepra Siapa Takut?” di Gallery Nasional tanggal 3 Maret 2009 serta kegiatan lainnya dengan para penderita Lepra di Indonesia.
Mengenai TLMI
The Leprosy Mission International (TLMI) adalah sebuah organisasi nirlaba yang aktif di lebih dari 50 negara dengan tujuan membantu pencegahan serta penanggulangan penyakit kusta. TLMI mempunyai visi untuk menciptakan dunia yang bebas kusta. TLMI menjalankan misinya berdasarkan nilai-nilai cinta kasih; penghargaan bagi setiap individu, keluarga, dan komunitas; profesionalisme; dan keterbukaan.
TLMI memiliki keahlian dan pengalaman dalam mendeteksi, merawat, merehabilitasi, serta mengintegrasikan masyarakat dengan para penderita Kusta, untuk selanjutnya dibagikan kepada pemerintah serta tenaga-tenaga kesehatan dan orang yang telah sembuh dari kusta melalui program pelatihan nasional, studi penelitian, serta penyusunan model kerja. Dengan kampanye peningkatan kesadaran melalui berbagai media, TLMI membantu menghapus stigma negatif serta meluruskan miskonsepsi terhadap kusta.
TLMI telah memberikan dukungan bagi lebih dari 200 program pencegahan dan penanggulangan kusta di 28 negara di kawasan Asia Selatan, Afrika, dan Asia Pasifik dengan layanan mencakup lebih dari 330 juta orang. Saat ini TLMI mempekerjakan tidak kurang dari 2000 orang staf lapangan, baik pada tingkat nasional maupun Internasional. Diseluruh dunia TLMI memberikan dukungan bagi Penderita kusta, Pelayanan kusta di daerah terpencil, di kota-kota besar, Rumah Sakit-Rumah Sakit yang menjadi mitranya demi membantu penanganan penyakit kusta. Diberbagai tempat didunia TLMI juga membantu pembangunan perumahan berbiaya rendah serta renovasi rumah bagi penderita kusta dengan berbasiskan masyarakat sehingga mereka tidak tergantung kepada pemberi dana dlsb. Demi mewujudkan visinya, TLMI menjalin kerja sama dengan pemerintah, komunitas lokal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Organisasi Keagamaan.
(Sylvie Tanaga)
Komentar Terkini (0 komentar)
Belum ada komentar


Cetak