Imlek Komunitas Tionghoa Manggarai dan Manggarai Barat
Kategori: Umum (699 kali dibaca)
Komunitas Tionghoa Manggarai dan Manggarai Barat Isi Imlek dengan Bakti Sosial
Komunitas Tionghoa Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengisi Hari Raya Imlek tanggal 7 Februari yang lalu dengan melakukan kegiatan bakti sosial. Diantaranya aksi bersih sampah dan rumput, serta pemberian bantuan untuk pembangunan Masjid.
Ketua dari salah satu komunitas Tionghoa yang ada di Manggarai Barat, Yohanes Suherman, menyampaikan bahwa perayaan Imlek untuk masing-masing wilayah dan daerah di Indonesia berbeda-beda. Bagi Kabupaten Manggarai Barat, perayaan Imlek kali ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial.
“Kami memiliki rasa kepedulian, rasa kebersamaan dan rasa tumpah-darah Indonesia, dengan demikian kita diajak untu bersatu bukan saja dengan sesamam warga Tionghoa, tapi untuk seluruh masyarakat Indonesia. Termasuk di Manggarai Barat,” ujar Suherman.
Ada tiga kegiatan yang dilakukan untuk mengisi Imlek tahun ini. Pertama adalah membersihkan sampah dan rumput di obyek wisata pantai Pede Labuan Bajo, kegiatan ini melibatkan seluruh warga Tionghoa di daerah itu bersama Camat Komodo, Drs Aloysius Nala, serta beberapa staf dari Dinas Pariwisata Manggarai Barat.
Selain membersihkan sampah, bakti sosial lain adalah memberi batuan bahan bangunan seperti sink, semen, beton dan lainnya untuk pembangunan rehabilitasi Masjid di dusun Gorontalo, desa Gorontalo, Labuan Bajo. Ini adalah wujud toleransi antar umat beragama.
Seperti komentar Ali Usman, seorang warga setempat, yang menyambut gembira atas bantuan yang diberikan , “apa yang dilakukan teman-teman warga Tionghoa menunjukkan tingkat toleransi dan kebersamaan perlu kita kembangkan dan pelihara dengan baik.”
Sementara itu di Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, komunitas Tionghoa melakukan kegiatan penghijauan dengan menanam 1000 pohon di wilayah Wae Ces. Kegiatan penghijauan tersebut mendapat bantuan bibit dari Dinas Kehutanan Manggarai dan Konservasi Sumber Daya Alam Ruteng. Tidak hanya menanam bibit, tapi pohon tersebut akan dipelihara dan dirawat hingga tumbuh besar. Perayaan Imlek diakhiri dengan perayaan ekaristi untuk menyampaikan ucapan syukur atas rahmat yang diberikan.